Navigation

Mendiknas Berikan Perhatian Khusus ke SLBN Taruna Mandiri



SLBN Taruna Mandiri  yang berlokasi di Desa Sampora Kec. Cilimus mendapatkan perhatian  Mendiknas Prof. Dr. Muhamad Nuh, DEA., Senin(22/2) untuk memberikan perhatian khusus bagi mereka yang membutuhkan kebutuhan khusus. Turut hadir Dirjen MPDM, DIRBIN SMP, staf khusus, Anggota Komisi X DPRD RI, H. Qomar, Muspida Kabupaten Kuningan, Wakil Bupati Kuningan H.Momon Rochmana, Kepala Dinas Pendidikan dan lainnya.
Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda, menghaturkan terimaksih atas  kujungan bapak menteri beserta jajarannya Kementrian Pendidikan Nasional RI.  Merupakan satu kehormartan untuk Kabupaten Kuningan.
Dia juga memaparkan, bahwa pendirian SLB Model dilakukan  tahun 2007 yang merupakan pilot project Provinsi Jawa. Semua itu berawal dari bentuk kepedulian pemerintah Kabupaten Kuningan yang sering melihat anak-anak yang membutuhkan kebutuhan khusus, kurang akan perhatiannya. Terlbih lagi penyandang cacat atau yang membutuhkan kebutuhan khusus memiliki potensi.
“Selain itu mereka juga memiliki keberhasilan  yang dapat dijadikan percontohan di tingkat nasional, kelompok usaha penyandang cacat pada tahun 2004, diantaranya KUBE yang  bergerak dibidang gerabah dan tanah liat, bidang pengumpulan barang bekas, ternak ayam kampung, tanaman hias, konveksi, buah-buahan,”katanya.
Sementara pada tahun 2005, Kuningan telah berhasil dan sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan nasional sepak bola tuna daksa, yang diikuti 12 provinsi, sementara 2006, Badan Pembina Olah Raga Cacat (BPOC) Kuningan berhasil meraih peringkat empat besar pada event PORCAPPROV ke –IX. Bahkan ditahun 2008 telah mengeluarkan kebijakan mengangkat 17 penyandang cacat sebagai PNS.
Dalam arahan  Mendiknas Prof. Dr. Muhamad Nuh, DEA., menyampaikan ucapan terimakasih atas dedikasi  Bupati Kuningan, Muspida, masyarakat  dan pemerintah provinsi   yang telah  membangun sekolah ini, yang diperuntukan bagi mereka yang memerlukan kebutuhan  khusus.
Dikatakannya, setiap orang pasti memberikan sesuatu yang  positif untuk masyarakat, misalnya saja anak bayi yang masih disuap, dibaju oleh orang tuanya. Ternyata anak itu bisa memberikan manfaat melalui senyumannya. Sehingga rasa lelah orang tua pun bisa terobati.
Terlebih lagi kita, harus mampu  memberikan  kepedulian bagi orang lain khususnya untuk mereka yang membutuhkan kebutuhan khusus. Secara fisik mereka memiliki kekurangan padahal kenyataannya mereka itu memiliki potensi yang lebih dari kita.
Memberikan perhatian khusus ini,  sejalan dengan intruksi presiden, bahwa bukan saatnya lagi pendidikan dibatasi oleh sekelompok orang melainkan harus memposisikan sama antara status social,  gender, kekurangan fisik. Sehingga mereka bisa berkiprah untuk bangsa dan  negara.
“Sehubungan yang dikelola adalah orang berkebutuhan khusu maka fasilitas pun harus khusus, pengajarnya juga, bahakan kesejahteraan gurunya pun termasuk sertifikasinya harus khusus juga. Untuk itu, kami butuh dukungan DPRD RI kaitan dangan anggraran tersebut,” ujarnya.
Bukan tanpa alasan, dia menjelaskan sesuatu yang khusus harus diikuti juga dengan khusus, tidak bisa yang khusus dikuti yang umum. Sekali lagi menekankan semoga orang yang memberikan perhatian khusus untuk mereka yang membutuhkan tergolong orang yang khusus juga.
Dia mengingatakan, ketika kita bersekolah tak lepas s dengan namanya guru, tapi mengapa setelah lulus kemudian masuk pada kehidupan masyarakat  tidak menggunakan  guru. Sampai kapan pun kita tetap membutuhkan guru, dan guru itu padahal kehidupan itu sendiri, termasuk mereka yang membutuhkan kebutuhan khusus dialah guru kita. Karena dengan kekurangan fisiknya mereka mampu menggali potensinya.
”Kami yakin dibalik ade-ade semua memiliki hikmah, untuk itu pihak pemerintah dan DPRD RI akan memberikan pelayanan khusus kepada mereka yang membutuhkan kebutuhan khusus,” ungkap Mendiknas diiringi tepuk tangan dari semua yang hadir.
Kehadiran  menteri beserta jajarannya Kementrian Pendidikan Nasional RI.  Merasa terhibur dengan penampilan Band SLBN Taruna Mandiri saat membawakan tembangnya. Bahkan Prof. Dr. Muhamad Nuh, DEA., begitu tampak raut mukanya terharu mendengarkan lagu “Jangan Menyerah” yang dibawakan Didin sang vokalis yang sudah masuk tingkat nasional. Lebih terharu lagi dia melontarkan, “bahwa kami tidak butuh belas kasihan yang kami butuhkan adalah bimbingan. Buat apa kami dikasihani”.
 Namun rasa haru pun menjadi cair kembali atas kepiawian Grop Band ini, yang sudah meraih juara II Tingkat Jawa Barat kategori lomba Group Band kreativitas siswa sentra pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus dari Menteri Pendidikan Nasional pada Bulan April 2009. bukan hanya itu, disuguhkan juga sentral work shop dan pameran, meliputi tata busana, ITC, tata boga, musik dan lainnya. (N)
Share
Reactions

HUMAS SETDA KAB. KUNINGAN

Humas setda kabupaten kuningan Jl. siliwangi no 88. Kuningan

Post A Comment:

0 comments: