Navigation

Menkes RI Canangkan Kuningan Menuju Desa Siaga Strata Utama


Peningkatan Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Kuningan terus dilakukan, salah satunya melalui Desa Siaga. Atas pelayanannya ini, Kamis (9/6) Menteri Kesehatan RI  dr. Endang  Rahayu Sedyaningsih, MPH. DR. PH  melakukan pencanangan Kabupaten Kuningan menuju Desa Siaga Strata Utama tahun 2013, bertempat di Open Space Galeri .

Turut Hadir  Anggota Komisi IX DPR RI Siti Mufattahah, S.Psi. Ir. Arif Minardi, Wakil Gubernur Jawa Barat  Dede Yusuf, Direktur Jendral Binkesmas dan Dirjen Yanmedis. Dan Unsur Muspida Kabupaten Kuningan , Pejabat eselon II , Kepala Dinas Kesehatan drg. Kadaryanto,  Kepala SKPD dan undangan lainya.

“Kesehatan, pendidikan, dan ekonomi merupakan tiga serangkai yang sangat mempengaruhi kualitas sumberdaya manusia. Sedangkan, sumberdaya manusia yang sehat dan berkualitas merupakan modal utama atau investasi dalam pembangunan nasional,”. Hal itu disampaikan Menkes RI dihadapan 3.500 orang yang teridiri dari Kepala UPTD Puskesmas, Kepala UPT KBPP Kecamatan, TP. PKK, Bidan Koordinator, Fasilitator Desa Siaga, Pengurus Bank darah, Bidan Desa dan lainnya yang memiliki pernan berjalannya program Desa Siaga ini.

Dikatakannya, pembangunan kesehatan yang dilaksanakan saat ini mengacu pada Undang-Undang No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP-N) Tahun 2005-2025. Dengan memberikan perhatian khusus pada penduduk rentan yaitu ibu, bayi, clan anak, usia lanjut clan keluarga miskin.

Amanat tersebut dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM-N) Tahun 2010-2014 dengan sasaran akhir meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui percepatan pencapaian Millenium Development Goals (MDGs), ujar Menkes.

Disebutkan Menkes ada beberapa indikator yang terkait kesehatan yang akan dicapai, yakni meningkatnya umur harapan hidup menjadi 72 tahun, menurunnya angka kematian bayi menjadi 24 per 1000 kelahiran hidup, menurunnya angka kematian ibu melahirkan menjadi 118 per 100.000 kelahiran hidup, dan menurunnya prevalensi gizi kurang (gizi kurang dan gizi buruk) pada anak balita menjadi kurang dari 15%.

Sebagai institusi pelaku pembangunan nasional, Kementerian Kesehatan, telah menetapkan Rencana Strategis dengan visi: Masyarakat Sehat yang Mandiri dan keadilan. Dalam upaya mewujudkan visi dan misi tersebut, terdapat "5 taglines" yaitu Pro Rakyat; Inklusif; Responsif; Efektif; dan Bersih.

Dijelaskannya, pemahaman tagline inklusif adalah bahwa pembangunan kesehatan di Indonesia harus mengikut-sertakan seluruh komponen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, dan swasta, tidak hanya oleh pemerintah saja.

Dalam arti bahwa upaya meningkatkan pembangunan kesehatan masyarakat dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk swasta dan masyarakat madani. Salah satu wujud dari pemberdayaan masyarakat tersebut adalah "Desa Siaga".

Desa Siaga merupakan gambaran masyarakat desa yang sadar, tahu, mau, dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai permasalahan sosial di wilayahnya, terutama ancaman terhadap kesehatan diri dan lingkungan, seperti penyakit menular, kurang gizi, kejadian bencana, kecelakaan, dan sebagainya.

Dijelaskannya, pendekatan yang digunakan dalam membangun Desa Siaga adalah pendekatan edukatif yang disesuaikan dengan kebutuhan, potensi, serta perkembangan masing-masing wilayah. Cara melakukannya adalah dengan menggerakkan dan mengorganisasikan upaya-upaya masyarakat desa.

“Poskesdes merupakan titik awal pembentukan Desa Siaga, sekaligus wujud UKBM (Upaya kesehatan Bersumberdaya Masyarakat) yang diharapkan mampu melaksanakan alih informasi, teknologi, dan kemampuan untuk mencegah clan mengatasi masalah kesehatan di wilayah tersebut,”tambahnya.

Menkes mengharapkan, pencanangan Kabupaten Kuningan menjadi Desa Siaga Utama pada tahun 2013, dapat dijadikan contoh bagi Kabupaten/Kota lainnya dalam meningkatkan pemberclayaan masyarakat di bidang kesehatan.

Pada kesempatan tersebut Menkes menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, Khususnya Bupati, H. Aang Hamid Suganda yang telah memprakarsai pencanangan Kabupaten Kuningan menuju Desa Siaga Strata Utama tahun 2013. Diharapkan kegiatan ini dapat berlanjut secara berkesinambungan dalam upaya pengembangan "Desa Siaga" secara menyeluruh di Kabupaten Kuningan.

Menkes juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar memberdayakan diri sendiri untuk selalu berperilaku hidup bersih dan sehat disertai tinclakan nyata yang dapat dijadikan budaya hidup sehari-hari sehingga clapat mewujudkan "Masyarakat Indonesia Sehat dan Sejahtera

Lebih lanjut Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda memaparkan kondisi Kesehatan yang berada di Kuningan, untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat kami  memiliki visi daerah yaitu "Kuningan lebih  sejahtera berbasis Pariwisata dan Pertanian  yang maju dalam lingkungan lestari dan agamis tahun 2013' .sebagai implementasi visi tersebut kami jabarkan dalam berbagai program strategis, khusus di bidang kesehatan adalah perluasan akses kesehatan bagi masyarakat.

Bupati Kuningan juga mengatakan, pada tahun 2010, di Kabupaten Kuningan dari 376 kelurahan/desa seluruhnya telah menjadi desa siaga, dengan rincian desa siaga sebagai berikut strata pratama sebanyak 58,50 %,  strata madya sebanyak 35,37 %, dan strata utama sebanyak 6,12 %

“Berbagai upaya telah dan sedang dilakukan oleh pemerintah daerah dan masyarakat Kuningan agar seluruh desa menjadi desa siaga dengan strata utama, diantaranya  program bedah rumah, yang dibiayai dari APBD Kaupaten dan kegiatan lainnya bekerjasama dengan tim penggerak PKK serta SKPD lainnya,” terangnya.

Disamping itu, pembangunan jamban keluarga yang dibiayai oleh APBD kabupaten, maupun yang berasal dari kegiatan program pendanaan kompetisi dalam rangka akselerasi Indeks Pembangunan Manusia (PPK-IPM) selama tiga tahun yaitu mulai tahun 2007 sampai dengan 2009 telah dibangun sebanyak 8.816 jamban keluarga.

Ditambah lagi dengan program dana sosial ibu bersalin di Kabupaten Kuningan berjalan baik, didukung oleh program stimulan dari pemda Kuningan telah menyalurkan dana stimulannya pada 120 desa dengan alokasi 2 juta rupiah perdesa serta PPK –IPM  telah menyalurkan dana stimulannya pada 43 desa dengan alokasi 10 juta rupiah perdesa.

“Dan Pengembangan Bank  Darah Desa,  yang diprakarsai oleh Ketua PMI  Kuningan serta pihak terkait lainnya.Kegiatan ini sebagai manifestasi penguatan kelembagaan dan partisipasi pendonor darah dan bank darah pedesaan, pembangunan sarana dan prasarana kesehatan berupa rumah sakit, puskesmas poskesdes, dan posyandu yang dibiayai dari  pemerintah maupun PNPM  Mandiri Perdesaan. Pelayanan kesehatan melalui Jamkesmas, Jamkesda, Program Keluarga Harapan (PKH), maupun program lainnya,”tuturnya.

Share
Reactions

HUMAS SETDA KAB. KUNINGAN

Humas setda kabupaten kuningan Jl. siliwangi no 88. Kuningan

Post A Comment:

0 comments: