Navigation

GELARAN PACUAN KUDA TRADISIONAL V MERIAH


Gelaran pacuan kuda tradisional kembali digelar, Minggu (8/8) bertempat di Arena Pacuan Kuda, Jalan Lingkar Pramuka Cirendang, sebanyak 87 peserta yang terbagi ke dalam 6 kelas perlombaan, yaitu kelas A/B/C/D/E dan Derby ikuti gelaran yang setiap tahunnya diadakan oleh pemerintah Kabupaten Kuningan, mengangkat tema Kuda Kuningan Dulu dan Kini - Gagah Di Medan Pertempuran Tangguh Di Arena Pacuan kini pacuan kuda tradisional telah 5 kali digelar.
Seperti gelaran sebelumnya pacuan kuda tradisional V kali ini cukup menyita perhatian masyarakat Kabupaten Kuningan terbukti dengan melubernya warga memadati arena pacuan orang tua, pemuda, anak-anak semuanya tumpah ruah ikut meramaikan acara pacuan kuda tradisional tersebut.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda,.S.Sos, ketua DPRD Kabupaten Kuningan H. Acep Purnama, M.H. Asisten Administrasi Kabupaten Kuningan Drs. Asep Taufik Rohman, MSi, Dandim 0615 Arm Mulyono, Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat  Drs. H. Yayan Sofyan, MM serta undangan lainnya.
“Maksud dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk  Melestarikan Pacuan Kuda Tradisional sebagai tradisi dan ciri khas daerah Kuningan, sebagai salah satu upaya penghargaan Pemkab Kuningan atas budaya daerah Kuningan serta untuk Mengembangkan potensi atraksi wisata daerah yang belum tergali”, papar Drs. Yudi Nugraha, M.Pd yang menjadi Ketua Panitia dalam kegiatan ini. 
Adapun tujuan kegiatan ini, lanjut Ia adalah untuk Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-65 dan Hari Jadi Kuningan ke-512 tanggal 1 September 2010 serta Mencari bibit atlet berkuda potensial dan juga Sebagai Wahana hiburan rakyat Kuningan.
Sementara itu Bupati Aang merasa bangga dengan terus berkesinambungannya acara pacuan kuda tradisional tersebut, Ia berharap kedepan acara pacuan kuda tradisional ini dapat diadakan 2-3 kali dalam satu tahun sehingga disamping dapat menghibur warga juga dapat dijadikan ajang seleksi atlet.
Menurutnya, kabupaten Kuningan telah bisa berbicara di event-event besar olah raga berkuda sehingga patut untuk dipertahankan serta ditingkatkan kembali, di Kabupaten Kuningan kuda telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakatnya.  Mulai dari delman yang menjadi angkutan khas Kuningan ataupun sebagai sarana hiburan masyarakat, seperti tradisi Saptonan dan atraksi kuda ronggeng sehingga tradisi-tradisi ini patut untuk dipertahankan serta dikembangkan jangan sampai punah. Pungkasnya.
berikut para pemenang pacuan kuda tradisional V :

Kelas A, peringkat pertama diraih nama kuda sibopong dari cijoho buana nama kusir lani disusul peringkat kedua diraih nama kuda kalong asal lebakkardin nama kusir suali, diperingkat ketiga nama kuda dolar dari ciomas ciawi nama kusir iwan sementara diperingkat keempat nama kuda pancal asal winduhaji nama kusir ajid arab.
Kelas B, peringkat pertama diraih nama kuda angling dari cijoho wage nama kusir dinar disusul peringkat kedua diraih nama kuda ragem asal kalimanggis nama kusir udin, diperingkat ketiga nama kuda rudok dari lebakkardin nama kusir ami, sementara diperingkat keempat nama kuda tojer asal sidareja ciawi nama kusir suhud.
Kelas C, peringkat pertama diraih nama kuda sigerandong dari winduhaji nama kusir nurul disusul peringkat kedua diraih nama kuda dobrig asal cigadung nama kusir jalu, diperingkat ketiga nama kuda dawuk dari awirarangan nama kusir hendra, sementara diperingkat keempat nama kuda megantara asal lebakkardin ciawi nama kusir boncu.
Kelas D, peringkat pertama diraih nama kuda kancil dari lebakkardin nama kusir andri disusul peringkat kedua diraih nama kuda kupil asal lebakkardin nama kusir suwali, diperingkat ketiga nama kuda sonun dari awirarangan nama kusir ami, sementara diperingkat keempat nama kuda mensen asal lebakkardin nama kusir dedi ayah.
Kelas D, peringkat pertama diraih nama kuda jacki dari awirarangan nama kusir ari disusul peringkat kedua diraih nama kuda si pitung asal lebakkardin nama kusir jaja, diperingkat ketiga nama kuda sigeol dari cijoho landeuh nama kusir sadi, sementara diperingkat keempat nama kuda leonardo asal lebakkardin nama kusir agung. Sedangkan untuk Kelas Derby, peringkat pertama diraih nama kuda langsir dari langseb lebakwangi nama kusir sandi disusul peringkat kedua diraih nama kuda stenli asal cijoho landeuh nama kusir casrip, diperingkat ketiga nama kuda ganteng dari lebakkardin nama kusir jajang, sementara diperingkat keempat nama kuda dogles asal awirarangan nama kusir kewo. (Bn)


Share
Reactions

HUMAS SETDA KAB. KUNINGAN

Humas setda kabupaten kuningan Jl. siliwangi no 88. Kuningan

Post A Comment:

1 comments:

  1. Ben lestarikan budaya kuningan ...bravo dukung terus,,,

    BalasHapus